Hotline Sales 0812-9058-8000 · info@ipa.co.id

Operasional & Migrasi

Migrasi Proxmox

Pindahkan VM dari VMware, Hyper-V, atau server fisik ke cluster Proxmox VE dengan cutover terjadwal dan backup siap pakai.

IPA menyediakan jasa migrasi Proxmox untuk memindahkan virtual machine dan server dari VMware ESXi, Microsoft Hyper-V, Citrix XenServer, KVM, maupun server fisik ke Proxmox VE. Banyak perusahaan memilih Proxmox untuk menekan biaya lisensi virtualisasi tanpa kehilangan fitur penting seperti cluster, high availability, live migration, dan backup terjadwal.

Tim kami menangani migrasi dari assessment sampai serah terima: memetakan semua VM dan dependensinya, merancang cluster tujuan, memindahkan VM bertahap dengan downtime yang terjadwal, lalu menguji aplikasi bersama tim Anda. Server, storage, dan lisensi subscription Proxmox bisa disediakan sekaligus, lengkap dengan penawaran tertulis dan faktur pajak.

Lingkup pekerjaan

  • Assessment lingkungan virtualisasi yang berjalan: jumlah VM, sistem operasi, kapasitas CPU, RAM, dan storage
  • Pemetaan dependensi aplikasi, jaringan, VLAN, dan IP agar urutan migrasi tepat
  • Desain cluster Proxmox VE: jumlah node, storage, jaringan, dan kebutuhan high availability
  • Instalasi dan konfigurasi node Proxmox, termasuk bonding jaringan dan VLAN
  • Migrasi VM dengan import wizard Proxmox atau konversi disk sesuai platform asal
  • Penggantian driver ke VirtIO dan pelepasan tools platform lama di setiap VM
  • Setup backup dengan Proxmox Backup Server atau Veeam
  • Uji fungsi aplikasi, performa, dan skenario failover
  • Dokumentasi as-built dan training administrasi Proxmox untuk tim IT
  • Dukungan pasca migrasi dan opsi kontrak maintenance

Platform asal

  1. Platform asalVMware, Hyper-V, Xen/KVM, server fisik
  2. Impor atau konversiVMDK, VHDX, qcow2, atau P2V
  3. Driver VirtIOTools platform lama dilepas
  4. VM di Proxmox VEDiuji sebelum cutover
Metode dipilih per VM setelah assessment.
AspekVMware ESXiMicrosoft Hyper-VXenServer / KVMServer fisik
Format diskVMDKVHD / VHDXVHD, XVA, qcow2Disk fisik
Metode umumImport wizard bawaan ProxmoxEkspor lalu konversi diskKonversi atau impor langsungImaging lalu restore ke VM (P2V)
Penyesuaian driverVirtIO, lepas VMware ToolsVirtIO, lepas Integration ServicesVirtIO bila perluDriver storage dan jaringan baru
Firmware VMBIOS atau UEFI sesuai asalGeneration 2 memakai UEFISesuai asalSesuai server asal
Kasus umumBiaya lisensi vSpherePenyeragaman platformKonsolidasi clusterServer lama yang ingin divirtualisasi

Metode dipilih per VM setelah assessment. VM dengan database besar biasanya disiapkan dengan sinkronisasi data lebih dulu agar jeda saat cutover tetap singkat. Untuk perpindahan ke cloud atau antar platform lain, lihat migration service.

Arsitektur tujuan

  • Single nodeKantor cabang, backup ke Proxmox Backup Server
  • Cluster 3 node HAVM berpindah otomatis bila satu node bermasalah
  • Ceph hyperconvergedStorage tersebar di setiap node
  • Shared storageNFS atau iSCSI, misalnya NAS Synology atau SAN

Desain Proxmox disesuaikan dengan beban kerja dan anggaran. Pilihan yang paling sering kami terapkan:

  • Single node untuk kantor cabang atau beban kerja kecil, dengan backup ke Proxmox Backup Server
  • Cluster minimal tiga node dengan high availability, sehingga VM otomatis berpindah bila satu node bermasalah
  • Storage hyperconverged dengan Ceph yang tersebar di setiap node
  • Shared storage melalui NFS atau iSCSI, misalnya NAS Synology atau SAN yang sudah ada
  • Jaringan terpisah untuk manajemen, traffic VM, storage, dan cluster

Server tujuan bisa memakai hardware yang ada bila spesifikasinya memadai, atau server baru dari Dell, HP, dan Lenovo. Detail penyediaan server ada di halaman server system solution.

Tahapan migrasi

  1. Konsultasi awal dan assessment infrastruktur virtualisasi yang berjalan
  2. Desain cluster tujuan, BoQ, dan rencana migrasi per gelombang
  3. Penawaran tertulis berisi lingkup, jadwal cutover, dan rencana rollback
  4. Instalasi cluster Proxmox dan uji coba dengan VM yang tidak kritis
  5. Migrasi VM produksi sesuai jadwal maintenance window yang disepakati
  6. Validasi aplikasi bersama pengguna, lalu serah terima dokumentasi dan training
  7. Monitoring pasca migrasi dan dukungan purna jual

Pertanyaan umum

Berapa biaya jasa migrasi Proxmox?

Biaya bergantung pada jumlah VM, platform asal, kebutuhan high availability, dan apakah hardware baru ikut disediakan. Setelah assessment, kami mengirim penawaran tertulis yang memisahkan biaya jasa, hardware, dan subscription Proxmox. Faktur pajak dan dokumen pengadaan tersedia untuk perusahaan maupun instansi.

Berapa lama downtime saat migrasi?

Downtime terjadi per VM pada saat cutover, sementara VM lain tetap berjalan. Lamanya bergantung pada ukuran disk dan metode yang dipakai. VM dipindahkan bertahap di luar jam kerja sesuai jadwal yang disepakati, dan VM lama tetap tersedia sebagai cadangan sampai hasil migrasi dinyatakan lolos uji.

Apakah Proxmox VE gratis?

Proxmox VE adalah software open source yang bisa dipakai tanpa biaya lisensi. Untuk produksi, kami menyarankan subscription resmi per socket CPU yang memberi akses ke enterprise repository dengan update yang lebih teruji serta dukungan teknis dari Proxmox. IPA dapat menyediakan subscription tersebut bersama jasa migrasi.

Apakah VM Windows bisa berjalan normal di Proxmox?

Bisa. Windows Server dan Windows client berjalan baik di Proxmox setelah driver VirtIO dipasang untuk disk dan jaringan. Kami menyiapkan driver sebelum cutover agar VM langsung bisa boot. Beberapa lisensi Windows mungkin perlu diaktivasi ulang karena hardware virtualnya berubah, dan hal ini kami cek saat assessment.

Bagaimana backup setelah pindah ke Proxmox?

Proxmox Backup Server mendukung backup incremental, deduplikasi, dan enkripsi untuk VM di cluster Proxmox. Bila perusahaan sudah memakai Veeam, backup Proxmox VE juga bisa dikelola dari Veeam. Kami mengatur jadwal backup, retensi, dan uji restore sebagai bagian dari serah terima.

Berapa node yang dibutuhkan untuk high availability?

Cluster Proxmox dengan high availability membutuhkan minimal tiga node agar quorum tetap terjaga ketika satu node mati. Untuk dua node, kami menambahkan perangkat QDevice sebagai penentu suara. Bila memakai Ceph, tiga node atau lebih juga disarankan supaya replikasi data dan performa storage tetap baik.

Apakah layanan tersedia di luar Jakarta?

Ya. Kami melayani migrasi Proxmox di seluruh Indonesia. Assessment dan sebagian besar proses migrasi bisa dilakukan secara remote melalui akses yang aman, sementara instalasi server baru dan pekerjaan fisik di ruang server dilakukan oleh tim yang datang ke lokasi.

Chat Sales