WhatsApp Sales 0895-1565-8000 · info@ipa.co.id

Butuh website atau aplikasi bisnis? Website & aplikasi bisnis: Kunjungi SiruWeb →

Virtualisasi

Cara Migrasi VM dari VMware ESXi ke Proxmox VE dengan Import Wizard

Langkah memindahkan VM dari VMware ESXi ke Proxmox VE dengan Import Wizard: syarat, persiapan, live import, dan pengaturan VirtIO setelah migrasi.

5 menit baca Proxmox

Sampul artikel Cara Migrasi VM dari VMware ESXi ke Proxmox VE dengan Import Wizard dengan logo Proxmox

Proxmox VE memiliki Import Wizard bawaan untuk memindahkan VM dari VMware ESXi tanpa ekspor file manual. Caranya: tambahkan host ESXi sebagai storage impor di Proxmox VE, pilih VM, tentukan storage dan bridge tujuan, matikan VM sumber, lalu jalankan impor. Setelah VM menyala, sesuaikan driver VirtIO dan konfigurasi jaringannya.

Import Wizard diperkenalkan di Proxmox VE 8.2 pada April 2024 dan di dokumentasi resmi masih berlabel tech preview. Uji dulu pada VM yang tidak kritis sebelum memindahkan server produksi.

Syarat dan batasan Import Wizard

Menurut wiki migrasi Proxmox, siapkan hal berikut:

  • Proxmox VE 8 atau lebih baru dengan update sistem terbaru.
  • Akun admin ESXi beserta domain atau alamat IP host-nya.
  • Versi ESXi yang teruji: 6.5 sampai 8.0.

Impor juga bisa dilakukan lewat vCenter, tetapi dokumentasi menyebut performanya turun drastis. Bila memungkinkan, hubungkan Proxmox VE langsung ke host ESXi.

Beberapa kondisi perlu ditangani sebelum impor:

KondisiDampakPenanganan
Disk di VMware vSANTidak dapat diimpor langsungPindahkan disk ke datastore lain terlebih dahulu
Nama datastore dengan karakter khusus seperti +Impor bisa gagalGanti nama datastore
VM dengan snapshotImpor jauh lebih lambatSediakan jendela waktu migrasi yang lebih longgar
Disk terenkripsi, misalnya lewat Storage PolicyTidak dapat diimporLepas kebijakan enkripsi sebelum migrasi
VM dengan vTPMState vTPM tidak dapat dipindahkanJika kunci enkripsi disk tersimpan di vTPM, pertimbangkan menonaktifkan enkripsi dan simpan recovery key

Persiapan di VM sumber

Kerjakan langkah berikut selagi VM masih berjalan di ESXi:

  1. Hapus VMware Tools. Wiki Proxmox menyarankan guest tools dari hypervisor lama dilepas sebelum migrasi, karena bisa sulit dihapus sesudahnya.
  2. Pasang driver VirtIO. Di Windows, jalankan installer virtio-win-gt-x64.msi dari paket driver VirtIO (lihat Windows VirtIO Drivers). Di Linux, pastikan driver VirtIO dimuat ke initramfs.
  3. Catat konfigurasi jaringan. Adapter jaringan akan berganti, jadi IP, gateway, dan DNS perlu dipulihkan manual. Untuk Windows dengan IP statis, dokumentasi menyarankan mempertimbangkan penghapusan konfigurasi statis tersebut sebelum migrasi.
  4. Siapkan alamat MAC. Perbarui reservasi DHCP ke MAC baru, atau isi MAC lama secara manual pada VM tujuan.

Langkah migrasi dengan Import Wizard

1. Tambahkan host ESXi sebagai storage impor

  1. Di web UI Proxmox VE, buka Datacenter → Storage → Add, lalu pilih ESXi.
  2. Isi domain atau alamat IP host ESXi dan kredensial akun admin.
  3. Jika ESXi memakai sertifikat self-signed, tambahkan CA-nya ke trust store sistem atau centang Skip Certificate Verification.

2. Pilih VM dan atur tujuan

  1. Klik storage ESXi tersebut di resource tree sebelah kiri, lalu buka tab Virtual Guests. Pastikan semua VM tampil.
  2. Pilih VM, lalu klik Import di bagian atas, atau klik dua kali VM-nya.
  3. Tentukan minimal storage tujuan untuk disk dan bridge jaringan untuk NIC.
  4. Bila perlu, buka tab Advanced untuk mengganti ISO pada CD-ROM, memilih storage per disk, mengubah model NIC dan bridge, atau melewati disk, CD-ROM, dan NIC tertentu.
  5. Periksa tab Resulting Config untuk melihat daftar lengkap key-value yang akan dipakai membuat VM.

3. Matikan VM sumber dan jalankan impor

Setelah persiapan selesai, matikan VM di ESXi, lalu mulai impor dari Proxmox VE. Begitu impor selesai, nyalakan VM dan lanjutkan ke pengaturan pascamigrasi di bawah.

Live import untuk memperpendek downtime

Dengan live import, VM sudah dijalankan di Proxmox VE selama proses impor, sementara data disalin di latar belakang. VM di ESXi tetap harus dalam keadaan mati, jadi downtime tetap ada.

Dokumentasi Proxmox mencatat dua konsekuensi:

  • Performa I/O lebih rendah pada awal proses.
  • Jika impor gagal, semua data yang ditulis VM sejak impor dimulai akan hilang.

Coba live import pada VM yang tidak kritis terlebih dahulu, dan hindari jalur jaringan dengan bandwidth rendah atau tingkat error tinggi.

Mengimpor banyak VM sekaligus

Untuk migrasi massal, jalankan impor secara berurutan jika memungkinkan. Batasan teknis yang disebut di wiki:

  • API ESXi memiliki batas koneksi yang rendah. Jika terlampaui, permintaan diblokir sekitar 30 detik.
  • Layanan esxi-folder-fuse di Proxmox VE membatasi koneksi paralel ke empat.
  • Setiap disk yang diimpor memakai cache read-ahead 8 blok berukuran 128 MiB, atau sekitar 1 GiB per disk. Terlalu banyak impor paralel dapat membuat host kehabisan memori.

Rekomendasi dokumentasi: tidak lebih dari empat disk VM yang diimpor bersamaan.

Pengaturan VM setelah migrasi

Wiki Proxmox memberikan rekomendasi pengaturan VM tujuan berikut:

KomponenRekomendasi
CPUhost jika semua node memakai CPU yang identik. Jika tidak, pakai model generik x86-64-v<X>
JaringanModel NIC VirtIO, selama OS guest mendukung
MemoriAktifkan Ballooning Device walaupun ballooning tidak dipakai
DiskBus SCSI dengan controller VirtIO SCSI single, Discard dan IO thread aktif
Guest agentPasang QEMU guest agent
FirmwareSamakan dengan sumber: SeaBIOS untuk BIOS legacy, OVMF untuk UEFI. EFI Disk diperlukan agar boot entry UEFI tersimpan

Setelah VM menyala, periksa juga:

  • Jaringan. Nama interface kemungkinan berubah. Pulihkan konfigurasi IP yang sudah dicatat.
  • Driver Windows. Jika driver VirtIO belum terpasang, lampirkan ISO VirtIO ke VM dan pasang driver yang kurang. Peralihan boot disk Windows ke VirtIO SCSI memerlukan langkah tambahan yang dirujuk di wiki Proxmox.
  • Boot UEFI. Pada sebagian sistem, boot entry UEFI perlu ditambahkan manual.

Alternatif jika wizard tidak dapat dipakai

Untuk kasus yang tidak didukung wizard, dokumentasi Proxmox menjelaskan beberapa cara manual. Salah satunya mengekspor VM ke OVF dengan ovftool, lalu mengimpornya dari shell Proxmox VE:

qm importovf <vmid> <nama-vm>.ovf <storage-tujuan>

Setelah itu, tambahkan NIC secara manual dan terapkan pengaturan dari tabel di atas. Untuk guest Windows, bus disk perlu diubah dari SCSI ke IDE atau SATA, lalu dialihkan ke VirtIO dengan langkah tambahan.

Jika yang tersedia hanya file disk, letakkan file .vmdk di share yang dapat diakses Proxmox VE dan impor dengan:

qm disk import <vmid> <file.vmdk> <storage-tujuan>

Format yang didukung adalah raw, vmdk, dan qcow2. Pasang disk hasil impor ke VM, lalu atur urutan boot. File OVA juga bisa diimpor lewat web UI dari storage berbasis file dengan content type import.

Ringkasan

Import Wizard menyederhanakan migrasi dari ESXi ke Proxmox VE menjadi beberapa langkah di web UI. Keberhasilannya ditentukan oleh persiapan: VMware Tools dilepas, driver VirtIO terpasang, konfigurasi jaringan dicatat, dan batasan seperti vSAN, enkripsi disk, serta vTPM sudah dicek. Mulailah dari VM uji, lalu pindahkan VM produksi secara bertahap dengan maksimal empat disk sekaligus.

Untuk subscription Proxmox VE di Indonesia atau bantuan memindahkan VM lewat layanan Migrasi Proxmox, silakan hubungi kami.

Diskusikan kebutuhan Proxmox Anda bersama tim kami

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim kami siap membantu pemilihan produk, instalasi, dan konfigurasi.

Chat Sales